Rabu, 29 Januari 2014

DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka memang merupakan suatu bagian yang harus ada dalam sebuah karya ilmiah. Adanya daftar pustaka tersebut dapat memudahkan pembaca untuk mengetahui sumber yang dijadikan rujukan dalam karya ilmiah, sekaligus dengan adanya daftar pustaka berati kita menghormati penulis yang kita kutip karyanya.

Akhadiah dkk. (1988:190) menyatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun daftar pustaka, yaitu:

  1. Daftar pustaka tidak diberi nomor urut.
  2. Nama penulis diurutkan menurut abjad.
  3. Gelar penulis tidak dicantumkan walaupun dalam buku yang dikutip penulis mencantumkan gelar.
  4. Daftar pustaka diletakkan pada bagian terakhir dari tulisan.
  5. Masing-masing sumber bacaan diketik dengan jarak baris satu spasi.
  6. Jarak masing-masing sumber bacaan dua spasi.
  7. Batas pertama diketik dari garis tepi (margin) tanpa indensi dan untuk baris-baris berikutnya digunakan indensi lima ketukan.
Walaupun terdapat variasi dalam menulis daftar pustaka, secara umum unsur pokok yang perlu ditulis dalam daftar pustaka adalah: nama penulis, tahun terbit, judul pustaka, data publikasi yang meliputi kota terbit dan penerbit. Contoh Penulisan Daftar Pustaka yang Baku dipaparkan di bawah ini. Perhatikan unsur-unsur yang dicantumkan dalam daftar pustaka, urutannya, dan tanda bacanya.

1. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Buku yang Ditulis oleh Seseorang, Dua Orang, Tiga Orang, atau Lebih dari Tiga Orang.

Wiratmaja, Rochayati. 2007. Metode Penelitian Tindakan Kelas untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Bandung. Remaja Rosdakarya.

Suwandi, Sarwiji dan Madyo Ekosusilo. 2007. Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan karya Ilmiah. Surakarta: Penelitian Setifikasi Guru Rayon 13.

Arikunto, Suharsimi, Suhardjono dan Supardi. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Sugono, Dendy, dkk. 2004. Kamus Pelajaran Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

2. Daftar Pustaka dari Dua atau Lebih Buku yang Ditulis oleh Orang yang Sama.

Sugihastuti. 2000. Wanita di Mata Wanita: Perspektif Sajak-Sajak Toety Heraty. Bandung: Nuansa.
Sugihastuti. 2006. Editor Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

3. Daftar Pustaka dari Buku Kumpulan Artikel.

Wiedarti, Pangesti (ed.). 2005. Menuju Budaya Menulis, Suatu Bunga Rampai. Yogyakarta. Tiara Wacana.

4. Daftar Pustaka dari Salah Satu Artikel dalam Buku Kumpulan Artikel.

Sufanti. Main. 2005. "Reposisi Pembelajaran Sastra Indonesia", dalam Pranowo, dkk (ed), Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.

5. Daftar Pustaka dari Artikel yang Dimuat di Jurnal, Koran, atau Majalah.

Koesoema, Doni. 2009. "Melahirkan Generasi Peneliti" dalam Kompas 20 Agustus 2009, hal.6.
Kompas. 20 Agustus 2009. "Penghargaan Teknologi Habibi Award 2009 bagi Pencetak Mesin", hal 14.
Syamsudin, Abu Ahmad Zainal. 2008. "Pengaruh Lingkungan Terhadap Pendidikan Anak", dalam As-Sunnah Edisi 03/ Tahun XII Juni 2008, hal 32.

6. Daftar Pustaka dari Karya Tejemahan.

Silberman, Mel. 2001. Active Learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif. (Terjemahan oleh Sarjuli, dkk.). Yogyakarta: YAPPENDIS.

7. Daftar Pustaka dari Skripsi.

Rahayu, Puji. 2011. “Penerapan Strategi Pembelajaran Semua Orang Bisa Jadi Guru untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPS pada Peserta Didik Kelas IV SD Negeri 03 Jatiroyo Tahun Pelajaran 2010/2011. Skripsi. Surakarta: FKIP UMS.

8. Daftar Pustaka dari Internet.

Abdul. 2007. “Pengertian Paradigma” (http://adhunk.multiply.com). Diakses pada tanggal 27 April 2012 pk. 20.00.


Kamis, 23 Januari 2014

KUTIPAN

KUTIPAN


Kutipan Langsung dan Tidak Langsung

Pengertian

Kutipan adalah suatu kata yang mungkin semua orang belum tahu apa maksudnya. Kutipan juga merupakan suatu gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber.

Kutipan langsung merupakan pernyataan yang kita tulis dalam susunan kalimat aslinya tanpa mengalami perubahan sedikit pun. Bahan yang kita kutip harus direproduksi tepat seperti apa adanya sesuai sumber, termasuk ejaan, tanda baca, dll.

Kutipan tidak lansung pernyataan yang hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung

Contoh

Kutipan langsung:
“Kemajuan teknologi memang sangat penting untuk kehidupan manusia jaman sekarang. Karena teknologi adalah salah satu penunjang kemajuan manusia.” (Aling Indra, Kemajuan Teknologi, 20012, Hal. 2)

Kutipan tidak lansung:
Perkembangan teknologi berkembang secara drastis dan terus berevolusi hingga sekarang. Hingga menciptakan obyek-obyek, teknik yang dapat membantu manusia dalam pengerjaan sesuatu lebih efisien dan cepat. (Aling Indra, Kemajuan Teknologi, 20012, Hal. 4)


sumber :

http://internasionale.blogspot.com/2012/01/pengertian-kutipanjenis-dan-contohnya.html
http://www.aingindra.com/kemajuan-teknologi.html

CERPEN

Ketika Senyumnya Bersemayam di Hatiku

Siang ini cuaca begitu cerah, ketika aku akan memulai sebuah perjalanan yang sangat menyenangkan. Aku sudah selesai berkemas dengan berbagai macam barang bawaan untuk keperluan perjalanan Perjusami (Perkemahan Jumat Sabtu Minggu) ke suatu tempat yang sangat indah dan mungkin gak akan  kulupain seumur hidupku. Kau tau teman, aku berbicara tentang suatu siang di tahun 2006 tepatnya hari Jumat tanggal 11 Agustus.

continue...

Jumat, 27 Desember 2013

Contoh Kerangka Karangan

Berdasarkan Urut Ruang

Topik : Kementerian

Tujuan untuk mengetahui cara kerja perkantoran pada Kementerian dalam sebuah organisasi politik di dunia.

Tema : Kementerian Luar Negeri Indonesia

I.     SEJARAH

II.   FUNGSI

III.  HUBUNGAN

       A.    Asean

              1.      Anggota Asean

              2.      Kerjasama Asean

              3.      Sengketa Laut Cina Selatan

              4.      Sengketa Lainnya

       B.     Bilateral

              1.      Kerjasama Bilateral

       C.     Multilateral

              1.      Prinsip-prinsip

              2.      Penentangan Unilateralisme

              3.      Penyelesaian Masalah

       D.    Organisasi Internasional

              1.      Keanggotaan pada organisasi-organisasi internasional

       E.     Regional

              1.      Hubungan Indonesia dengan berbagai organisasi regional

              2.      Hubungan dengan Uni Eropa

IV.   ORGANISASI

       A.    Sekretariat Jendral

              1.      Biro Administrasi Menteri

              2.      Biro Administrasi Kementerian dan Perwakilan

              3.      Biro Perencanaan dan Organisasi

       B.     Inspektorat Jendral

       C.     Direktorat Jendral

       D.    Badan

       E.     Staf Ahli Menteri dan Perwakilan Luar Negeri

V.     PUSTAKA

VI.   PENUTUP



Berdasarkan Topik


Tema   : Air

Judul   : Manfaat Mengkonsumsi Banyak Air Putih

 I.       Manfaat
              A.    Manfaat Mengkonsumsi Air Putih

II.      Penyebab Kekurangan Mengonsumsi Air Putih
              A.    Dehidrasi
              B.     Hilangnya Konsentrasi
              C.     Kurang Maksimalnya Kerja Ginjal

III.     Beberapa Alasan Agar Anda Tetap Minum Cukup Air
              A.    Membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
              B.     Air Dapat Membantu Mengontrol Kalori.
              C.     Air membantu otot anda menjadi lebih bertenaga.
              D.    Air membantu kulit tetap kelihatan indah. Kulit anda terdiri dari banyak air.
              E.     Air menjaga kesehatan ginjal Anda.
              F.      Air membantu menjaga fungsi normal saluran pencernaan.

IV.      Tips Untuk Membantu Anda Lebih Banyak Mengkonsumsi Air Putih.
              A.    Menyediakan Air Minum Bila Anda Sedang Menyantap Makanan.
              B.     Pilihlah Minuman Yang Anda Sukai, Anda Akan Minum Banyak Air Bila Anda Menyukainya.
              C.     Makananlah Banyak Sayur dan Buah-buahan. Kedua Jenis Makanan Ini Mengandung Banyak Air dan 20% Dari jumlah Air Yang Masuk ke Tubuh Kita Berasal Dari Makanan.
              D.    Bawalah Minuman Dalam Kemasan Setiap Anda Berpergian, atau
              E.     Pilihlah Minuman Sesuai Dengan Kebutuhan Anda. Bila Anda Sedang Diet, Pilihlah Minuman Yang Mengandung Sedikit Kalori.

V.       Kesimpulan

VI.      Penutup

Senin, 11 November 2013

Sesuatu/hal yang Disayang

LAKE TOBA



Bicara mengenai sesuatu yang kita sayang tentunya tidak lepas dari rasa kekaguman terhadapnya. Pada tulisan ini saya memilih suatu tempat yang menjadi topik pembahasan mengenai sesuatu yang kita sayangi. Bermula dari pertama kali saya melihat  Danau Toba ketika masih kanak-kanak yang waktu itu saya masih berumur sekitar 6 tahun. Tentu rasa decak kagum dan senang membuat mata memandang Danau Toba hingga tak ingin berpaling sedikitpun.Keindahan danau yang terhampar di sekeliling bukit barisan memberikan sesuatu yang tak akan dilupan seumur hidup.




Dahulu kala, Danau Toba terbentuk dari sebuah letusan gunung berapi yang membentuk kaldera sehingga menampung air yang menjadi danau. Gugusan pegunungan dan bukit-bukit dengan hijaunya pohon pinus membuat hawa sangat sejuk di kawasan danau. Pulau Samosir yang berada tepat di tengah-tengah danau melengkapi keindahan Danau Toba. Aku sering mengunjungi Danau Toba di sela-sela waktu senggang dan saat liburan. Panorama danau bisa melepas  penat membuat hati serasa nyaman. Apalagi berbarengan dengan keluarga, kerabat dan teman.



Minggu, 10 November 2013

WACANA KALIMAT EFEKTIF DAN TURUNAN


Wacana Kalimat Efektif

Tumbuhan Akuatik 

Tumbuhan akuatik adalah tumbuhan yang berhabitat di lingkungan air. Tumbuhan ini sangat mudah kita jumpai karena habitatnya yang mudah di temui oleh setiap orang. Tumbuhan akuatik disebut juga tumbuhan hidrophytic atau hydrophytes. Dibandingkan dengan jenis tanaman seperti mesophytes dan xerophytes, hydrophytes tidak ada masalah dalam menahan air karena banyaknya air dalam lingkungan tempat tumbuhan tersebut hidup.
Ciri-ciri :
  1. Kutikula tipis. Hal ini bertujuan untuk mencegah kehilangan air.
  2. Sel stomata pada umumnya tidak aktif. Hal ini dikarenakan tumbuhan akuatik tidak memerlukan banyak kontrol dalam siklus air.
  3. Peningkatan jumlah stomata. Hal ini bertujuan untuk siklus pengeluaran air pada tumbuhan tersebut untuk menghindari kelebihan air.
  4. Flat daun pada permukaan tanaman untuk pengapungan.
  5. Mempunyai akar yang kecil agar air dapat tersebar langsung ke daun.
  6. Akar dapat mengmbil oksigen langsung dari dalam air.
Beberapa jenis tanaman air :
1. Lotus
Tanaman jenis ini membutuhkan media air dan tanah
2. Teratai
Tanaman jenis ini membutuhkan media air dan tanah, biasanya diletakkan dalam pot tanah liat yang melebar. Daun teratai akan besar jika cukup zat makanan dan pupuk, daunnya akan terbentang dam membesar d atas permukaan air.
3. Kapu-kapu
Tanaman jenis ini membutuhkan media air dan tanah. Tanaman jenis ini tidak dapat terkena sinar matahari langsung dan tidak bisa mendapatkan terlalu banyak air, agar daunnya tidak cepat hancur.

Keterangan :
Tumbuhan Akuatik : Tumbuhan air
Tumbuhan Mesophytes : Tumbuhan yang hidup pada suhu rata-rata dan
kelembaban yang cukup.
Tumbuhan Xerophytes : Tumbuhan yang hidup pada habitat kering.
Kutikula : Kulit tumbuhan
Stomata : Mulut daun

Kata Turunan  

Kata turunan adalah kata dasar yang mendapat imbuhan, baik berupa awalan, sisipan atau akhiran, maupun gabungan kata. Kata turunan termasuk salah satu unsur pembentuk kalimat selain kata dasar dalam setiap penulisan artikel. Untuk mendapat gambaran lebih jelas tentang definisi kata turunan, simak macam-macam bentuk kata turunan.

1. Kata turunan dapat berupa kata dasar yang mendapat imbuhan; awalan, sisipan dan akhiran. Imbuhan itu ditulis serangkai dengan kata dasarnya. 
Contoh :
catatan (kata dasar [catat], mendapat akhiran [-an])
berlari (kata dasar [lari], mendapat awalan [ber-])
gemetar (kata dasar [getar], mendapat sisipan [-em-])
Kata turunan berupa gabungan singkatan dan imbuhan yang dirangkai menggunakan tanda hubung. Contoh;
mem-PHK-kan
mem-PTUN-kan

2. Kata turunan berupa gabungan kosa kata asing dan imbuhan yang dirangkai menggunakan tanda hubung. 
Contoh :
me-recall
di-upgrade

3. Kata turunan juga dapat berupa gabungan bentuk terikat yang diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital. Kata turunan ini, penulisannya dirangkai menggunakan tanda hubung ( – ). 
Contoh :
pro-Indonesia
non-Indonesia
pan-Afrika

4. Kata turunan yang bentuk dasarnya berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang mengikuti atau mendahuluinya. 
Contoh :
sebar luaskan
bertepuk tangan
garis bawahi

5. Kata turunan yang bentuk dasarnya berupa gabungan kata dan mendapatkan awalan dan akhiran sekaligus, maka unsur gabungan kata itu ditulis serangkan dengan imbuhannya. 
Contoh :
menyebarluaskan
pertanggungjawaban
melipatgandakan
mencampuradukan

6. Kata turunan yang salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai. 
Contoh :
  • adipati
  • adikuasa
  • aerodinamika
  • aeromodeling
  • antarkota
  • antarprovinsi
  • antibiotik
  • antiteroris
  • anumerta
  • audiogram
  • bikarbonat
  • biokimia
  • bioetanol
  • caturtunggal
  • caturmarga
  • dasawarsa
  • dasasila
  • dekameter
  • demoralisasi
  • demiliterisasi
  • dwiwarna
  • dwitunggal
  • ekawarna
  • ekstrakurikuler
  • inframerah
  • infrastruktur
  • inkonvensional
  • intoleransi
  • kosponsor
  • mahasiswa
  • mancanegara
  • monoteisme
  • monorail
  • multilateral
  • narapidana
  • nonkolaborasi
  • pascasarjana
  • paripurna
  • poligami
  • politeknik
  • poliklinik
  • pramuniaga
  • pramusaji
  • prasangka
  • purnawirawan
  • saptakrida
  • semiprofesional
  • subseksi
  • swadaya
  • telepon
  • transmigrasi
  • tritunggal
  • ultramodern

Jika kata [maha] merujuk kepada Tuhan dan diikuti oleh kata berimbuhan, maka gabungan keduanya ditulis terpisah dan unser-unsur pembentuknya dimulai dengan huruf kapital. 
Contoh :
Kita serahkan kepada Tuhan yang Maha Pengasih
Anda harus bertobat kepada Tuhan yang Maha Pengampun

Tapi, jika kata [maha] sebagai unsur gabungan merujuk pada Tuhan, namun diikuti oleh kata dasar, gabungan katanya ditulis serangkai. Ketentuan ini tidak berlaku untuk kata dasar [esa].
Contoh :
Hanya Tuhan yang Mahakuasa yang bisa menentukan nasib kita.
Semoga Tuhan yang Maha Esa mengabulkan permohonan kita.

Bentuk-bentuk terikat dari bahasa asing yang sudah kita serap dalam bahasa Indonesia, seperti [pro], [kontra] dan [anti], dapat kita jadikan sebagai kata dasar. 
Contoh :
Lebih banyak masyarakat yang kontra, ketimbang pro terhadap kebijakan penaikan harga bahan bakar minyak.
Dia selalu anti terhadap jemaat ahmadiyah.


sumber : 

KALIMAT EFEKTIF

KALIMAT EFEKTIF

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis sehingga pembaca atau pendengar dapat menerima maksud/arti serta tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara.
Ciri-ciri kalimat efektif:

1. KESEPADANAN STRUKTUR BAHASA
  • Kesepadanan ialah keseimbangan antara gagasan dan struktur bahasa yang digunakan.
  • Kesepadanan kalimat dibangun melalui kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik.
  • Kesatuan menunjuk bahwa dalam satu kalimat hendaknya hanya ada satu ide pokok.
  • Satu ide pokok tidak diartikan sebagai ide tunggal, tetapi ide yang dapat dikembangkan ke dalam beberapa ide penjelas.
BEBERAPA CIRI KESEPADANAN
  • Mempunyai struktur jelas.
  • Kejelasan subjek dan predikat dapat dilakukan dengan tidak menggunakan kata depan: di, dalam, bagi, untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dan sebagainya yang ditempatkan di depan subjek.
  • Tidak terdapat subjek ganda.
  • Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang.
Contoh-contoh Kesepadanan
  • Kepada setiap pengendara mobil di Surabaya harus memiliki surat izin mengemudi = subyeknya tidak jelas.
  • Tentang kelangkaan pupuk mendapat keterangan para petani. à unsur S-P-O tidak berkaitan erat
Mestinya…
  • Setiap pengendara mobil di Surabaya harus memiliki surat izin mengemudi.
  • Para petani mendapat keterangan tentang kelangkaan pupuk.

2. KEPARALELAN ATAU KESEJAJARAN BENTUK
  • Keparalelan atau kesejajaran bentuk adalah terdapatnya unsur-unsur yang sama derajatnya, sama pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai di dalam kalimat.
  • Bila bentuk pertama menggunakan nomina, bentuk kedua dan seterusnya juga harus menggunakan nomina.
  • Demikian pula bila menggunakan bentuk-bentuk lain.
Contoh-contoh Kepararelan:
  1. Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah pengecatan tembok, memasang lampu, pengujian sistem pembagian air, dan menata ruang.
  2. Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara wajar.
3. KETEGASAN ATAU PENEKANAN KATA
  • Merupakan perlakuan khusus pada kata tertentu dalam kalimat sehingga berpengaruh terhadap makna kalimat secara keseluruhan.
  • Ada beberapa cara penekanan dalam kalimat:
  1. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu pada awal kalimat
  2. Melakukan pengulangan (repetisi)
  3. Melakukan pengontrasan kata kunci
  4. Menggunakan partikel penegas
Penekanan Kata :

1. Menempatkan kata yang ditonjolkan di awal kalimat.
Sumitro menjelaskan bahwa manusia mempunyai kecenderungan tidak puas.
Persoalan itu dapat diselesaikan dengan mudah.

2. Repetisi
  • Saudara-saudara, kita tidak suka dibohongi, kita tidak suka ditipu, kita tidak suka dibodohi
  • Pembangunan dilihat sebagai proses yang rumit dan mempunyai banyak dimensi, tidak hanya berdimensi ekonomi tapi juga dimensi politik, dimensi sosial, dan dimensi budaya.
3. Pengontrasan Kata Kunci
  • Informasi ini tidak bersifat sementara, tetapi bersifat tetap.
  • Peserta kegiatan ini adalah laki-laki, bukan perempuan.
4. Partikel Penegas
  • Andalah yang bertanggung jawab menyelesaikan masalah itu.
  • Meskipun hujan turun, Ia tetap bersemangat berangkat ke sekolah.
5. Kehematan Kata

Kehematan adalah upaya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu jadi  kata   menjadi padat berisi. Dapat dilakukan dengan cara:
  •  Menghilangkan pengulangan subyek
  •  Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata
  •  Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
  •  Kehematan dengan tidak menjamakkan kata yang sudah jamak
1. Contoh Menghilangkan pengulangan subyek
    Karena ia tak diundang, dia tidak dating ke tempat itu.
    Mestinya menggilangkan kata ia

2.  Contoh Menghindarkan pemakaian superordinate pada hiponimi kata
    Mira adalah gadis yang memakai bajuwarna merah
    Mestinya menggilangkan kata warna

3.  Contoh Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
    Jangan naik ke atas karena licin.
    Mestinya menggilangkan kata ke atas

4.  Kehematan dengan tidak menjamakkan kata yang sudah jamak
    Ia mengambil semua jeruk-jeruk yang masih ada di meja.

5. Kesatuan Gagasan

Kesatuan gagasan adalah terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat.
Contoh:
Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalia akan memberi pengarahan kepada  pegawai baru.

6. Kelogisan
Kelogisan adalah terdapatnya arti kalimat yang logis/masuk akal dan penulisannya sesuai EYD.
Contoh:
  • Karena lama tinggal di asrama putra, anaknya semua laki-laki
  • Kepada ibu Intha, waktu dan tempat kami persilakan.
  • Jalur ini terhambat oleh iring-iringan jenazah.
Contoh Kalimat Efektif

1. Rani sudah mencari uang sendiri sejak dari usianya baru sembilan tahun.
kalimat efektif : 
Rani sudah mencari uang sendiri sejak usianya baru sembilan tahun.

2. Dosen Bahasa Indonesia mengatakan ¬kalau kalimat yang sempurna harus memiliki
subjek, predikat dan objek.
kalimat efektif : 
Dosen Bahasa Indonesia mengatakan kalimat bahwa yang sempurna harus memiliki
subjek, predikat dan objek.

3. Semua rumah-rumah yang terletak di jalan Kedoya terbakar tadi malam.
kalimat efektif :
Semua rumah yang terletak di jalan Kedoya terbakar tadi malam.

4. Adi meminjami uangnya kepada Budi tadi siang.
kalimat efektif :
Adi meminjamkan uangnya kepada Budi tadi siang.

5. Pasangan pengantin itu saling bertatap-tatapan saat mengucapkan janji pernikahan.
kalimat efektif :
Pasangan pengantin itu saling bertatapan saat mengucapkan janji pernikahan.

6. Presiden berhak menyampuri urusan yang berhubungan dengan Negara.
kalimat efektif :
Presiden berhak mencampuri urusan yang berhubungan dengan Negara.

7. Dalam sehari Ani bisa membaca buku sebanyak itu sehari.
kalimat efektif :
Dalam sehari Ani bisa membaca buku sebanyak itu.

8. Kepada mereka yang berhalangan hadir diharapkan membawa surat pernyataan besok.
kalimat efektif :
Mereka yang berhalangan hadir diharapkan membawa surat pernyataan besok.

9. Anak-anak itu sangat menyintai orangtuanya
kalimat efektif :
Anak-anak itu sangat mencintai orangtuanya.

10. Semua orang-orang beramai-ramai datang ke acara pemakaman Michael Jackson.
kalimat efektif :
Semua orang beramai-ramai dating ke acara pemakaman Michael Jackson.

Sumber :